KdmChannel.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Sebuah tonggak baru dalam sejarah transportasi di dataran tinggi dunia kembali tercipta.
Stasiun Kereta Drakmuk, yang terletak di ketinggian 4.721 meter di atas permukaan laut, resmi melayani penumpang dan menjadi stasiun penumpang tertinggi di sepanjang Jalur Kereta Qinghai–Xizang.
Jalur legendaris ini dikenal dengan julukan “kereta di atap dunia”, yang menghubungkan berbagai wilayah di China, termasuk dataran tinggi Tibet yang terkenal dengan medan yang ekstrem dan kondisi alam yang penuh tantangan.
Stasiun Drakmuk, yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai stasiun transit tanpa layanan penumpang, kini membuka lembaran baru dengan melayani perjalanan penumpang secara resmi.
Pada Kamis lalu, lebih dari 50 penumpang menaiki kereta Z9817 yang menuju Lhasa, ibu kota Daerah Otonom Xizang, menandai dimulainya operasional stasiun ini sebagai titik transit utama bagi perjalanan antar wilayah.
Pembangunan dan pembukaan stasiun ini menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di kawasan yang terpencil, serta mendukung berbagai sektor ekonomi di daerah tersebut, terutama pariwisata dan perdagangan lokal.
Meningkatnya Kebutuhan Perjalanan dan Perkembangan Pariwisata
Dilansir dari 新华社 (Xinhua News Agency) pada Jumat, 12 Desember 2025, Stasiun Drakmuk berada di Kabupaten Amdo, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, yang memiliki iklim ekstrem dan kondisi geografi yang sangat tinggi.
Sebelumnya, kawasan ini hanya dilayani oleh bus dengan waktu tempuh yang lama dan biaya yang tinggi, namun dengan hadirnya stasiun baru ini, akses ke kawasan tersebut kini jauh lebih efisien dan terjangkau.
Stasiun Drakmuk tidak hanya berperan sebagai pusat transportasi, tetapi juga merupakan bukti nyata dari pesatnya perkembangan pariwisata di wilayah Tibet.
Dengan adanya stasiun ini, kawasan yang dikelilingi oleh Pegunungan Tanggula, salah satu daya tarik alam paling menakjubkan di dunia, semakin mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai penjuru.
Tentu saja, hal ini memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor kuliner dan penginapan yang kini mendapat dorongan dari meningkatnya jumlah wisatawan.
Champa, seorang penggembala setempat yang menjadi salah satu penumpang pertama yang menaiki kereta dari Drakmuk, mengungkapkan bahwa kehadiran stasiun ini telah membawa perubahan besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat lokal.
“Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu lebih dari empat jam dengan bus, kini hanya sekitar dua jam dengan kereta. Lebih cepat dan lebih aman,” ujarnya dengan penuh semangat.
Menurutnya, kereta yang kini menghubungkan Drakmuk dengan Lhasa dan wilayah sekitarnya membawa banyak kemudahan, tidak hanya dalam hal kecepatan, tetapi juga dalam hal biaya perjalanan.
Champa juga menyebutkan bahwa tiket kereta dengan harga 28,5 yuan jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tiket bus yang sebelumnya mencapai 70 yuan.
Perbedaan harga yang signifikan ini memberikan keuntungan besar bagi masyarakat lokal, yang selama ini terbebani dengan biaya transportasi yang tinggi, apalagi di wilayah yang sulit dijangkau seperti daerah tinggi Tibet.
Meningkatkan Konektivitas dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Kehadiran Stasiun Drakmuk di ketinggian lebih dari 4.700 meter ini tidak hanya menyederhanakan akses bagi masyarakat setempat, tetapi juga membawa dampak besar terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.
China Railway Qinghai–Xizang Group Co., Ltd. yang bertanggung jawab atas operasional jalur kereta ini, menyatakan bahwa stasiun ini diperkirakan akan melayani lebih dari 10.000 penduduk dari 25 desa di sekitar Drakmuk, yang sebelumnya hanya mengandalkan transportasi darat yang terbatas.
Selain memberikan kemudahan transportasi, kereta api ini juga diperkirakan akan mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan tersebut. Masyarakat yang tinggal di sekitar stasiun kini dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan usaha kuliner dan penginapan yang semakin banyak dibutuhkan oleh wisatawan.
Peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke wilayah ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam pengembangan ekonomi lokal, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta memperkuat sektor industri kecil dan menengah di daerah tersebut.
“Stasiun Drakmuk merupakan pintu gerbang penting bagi kemajuan masyarakat sekitar,” kata seorang pejabat dari China Railway Qinghai–Xizang Group.
“Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang, kami berharap ekonomi lokal dapat tumbuh dan berkembang lebih pesat, sementara masyarakat setempat juga merasakan manfaat langsung dari kemudahan akses transportasi yang kini tersedia.”
Kereta di Atap Dunia: Menghubungkan Xizang dengan Dunia Lain
Jalur Kereta Qinghai–Xizang, yang mulai beroperasi pada Juli 2006, merupakan jalur kereta api paling ekstrem di dunia. Jalur ini menghubungkan kota Xining di Provinsi Qinghai dengan Lhasa, ibu kota Daerah Otonom Xizang, dan memutuskan sejarah panjang Xizang yang sebelumnya tidak memiliki akses kereta api.
Jalur kereta ini, yang dikenal sebagai “kereta di atap dunia”, melintasi pegunungan yang tinggi dan medan yang penuh tantangan, termasuk kawasan yang terletak di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.
Jalur kereta ini menjadi simbol ketekunan manusia dalam menghadapi tantangan ekstrem dalam pembangunan infrastruktur transportasi. Pembangunan jalur kereta ini memerlukan teknologi tinggi dan inovasi yang tidak hanya mengutamakan keselamatan, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.
Dengan menghubungkan wilayah terpencil dengan kota-kota besar lainnya di China, jalur ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial di wilayah Tibet.
Stasiun Drakmuk, yang berada di jalur ini, adalah salah satu dari sekian banyak stasiun yang memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat lokal. Kehadirannya semakin mengukuhkan status Jalur Kereta Qinghai–Xizang sebagai jalur kereta api tertinggi dan paling menantang di dunia.
Selain itu, stasiun ini juga membawa harapan bagi masyarakat Tibet untuk dapat terhubung lebih mudah dengan dunia luar, baik untuk tujuan pendidikan, perdagangan, maupun pariwisata.
Dampak Lingkungan dan Teknologi yang Digunakan
Pembangunan Stasiun Drakmuk dan pengoperasian kereta api di wilayah yang begitu ekstrem ini tidak lepas dari tantangan lingkungan. Beberapa aspek penting yang diperhatikan dalam pembangunan stasiun ini antara lain adalah keberlanjutan dan minimisasi dampak terhadap lingkungan sekitar.
Salah satu tantangan besar adalah keberadaan daerah tersebut yang rentan terhadap perubahan cuaca dan kondisi alam yang keras. Oleh karena itu, teknologi tinggi dan bahan material khusus digunakan untuk memastikan bahwa stasiun ini dapat beroperasi secara aman dan efektif.
Dalam hal ini, sistem pemanas dan ventilasi yang canggih dipasang di stasiun untuk mengatasi suhu ekstrem yang bisa turun sangat drastis, terutama pada malam hari.
Selain itu, untuk menjaga kestabilan jalur kereta, tim konstruksi juga harus memastikan bahwa rel dan infrastruktur lainnya mampu menahan tekanan dari suhu rendah dan kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi.
Semua upaya ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan yang berkelanjutan, sehingga proses pembangunan tidak merusak ekosistem lokal.
Menghubungkan Masa Depan: Aksesibilitas dan Potensi Pertumbuhan
Kehadiran Stasiun Drakmuk menjadi bukti nyata bahwa teknologi dan infrastruktur modern dapat beradaptasi dengan kondisi alam yang ekstrem, dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
Dengan membuka akses yang lebih mudah ke daerah yang sebelumnya terisolasi, stasiun ini berpotensi mempercepat perkembangan ekonomi di Tibet, memfasilitasi pertumbuhan sektor pariwisata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Jalur Kereta Qinghai–Xizang, yang menjadi tulang punggung utama dari transportasi di wilayah tersebut, semakin memperkokoh posisinya sebagai jalur transportasi vital yang menghubungkan wilayah Tibet dengan dunia luar.
Stasiun Drakmuk, sebagai stasiun penumpang tertinggi di dunia, tidak hanya menjadi simbol ketekunan manusia dalam menaklukkan tantangan alam, tetapi juga membuka peluang besar bagi kemajuan sosial dan ekonomi di masa depan.
Dengan adanya stasiun ini, diharapkan kawasan Tibet dapat lebih berkembang, dan masyarakatnya semakin terhubung dengan dunia, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun pariwisata.
Stasiun Drakmuk akan terus menjadi ikon kebanggaan baru dalam sejarah transportasi tinggi di dunia, yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Tibet yang semakin maju. | KdmChannel.Com | */Redaksi | *** |

