KdmChannel.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Semarak Bazar UMKM dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang berlangsung dari 28 hingga 30 November 2025 di Kawasan Situ Kulong Minyak, Kecamatan Manggar, telah berakhir dengan penuh sukacita.
Ratusan masyarakat menyambut antusiasme yang ditunjukkan oleh para pelaku UMKM, yang memamerkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mencatatkan sukses besar, baik dari sisi pemberdayaan ekonomi lokal maupun peran UMKM dalam memperkenalkan potensi Belitung Timur (Beltim).
Tertinggal Data Transaksi ; Evaluasi Penting bagi Penyelenggara Bazar UMKM Belitung Timur
Namun, meskipun acara ini diakui berhasil menggerakkan perekonomian lokal, ada satu hal yang disayangkan oleh beberapa pihak, termasuk Rajo Ameh, seorang pemerhati sosial ekonomi kerakyatan masyarakat.
Rajo Ameh menyoroti bahwa meskipun Bupati Kamarudin Muten dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Gustaf Pilandra secara terbuka mengapresiasi acara ini dan menyatakan bahwa kegiatan tersebut sukses, namun tidak ada data yang memadai mengenai jumlah transaksi yang terjadi selama bazar.
Tidak Ada Data Transaksi yang Dibeberkan
Dalam sambutannya pada penutupan acara, Bupati Kamarudin menyatakan bahwa bazar ini sukses besar dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Babel, memperkenalkan produk lokal, dan menggerakkan roda perekonomian.
Gustaf Pilandra pun menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana promosi UMKM, tetapi juga memberi dampak positif pada perputaran ekonomi lokal.
Namun, yang kurang adalah informasi terkait jumlah transaksi yang terjadi, baik itu secara per stand, per hari, atau secara keseluruhan.
Rajo Ameh berpendapat bahwa meskipun ucapan sukses dan apresiasi sudah disampaikan, hal tersebut tidak dibarengi dengan data yang konkret mengenai berapa banyak transaksi yang terjadi, yang bisa menjadi indikator penting untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan tersebut.
“Kami sangat mendukung acara ini, namun sangat disayangkan tidak ada data transaksi yang ditampilkan secara jelas.
Berapa jumlah transaksi yang tercatat? Berapa banyak pembelian yang dilakukan oleh pengunjung? Ini sangat penting untuk mengukur keberhasilan secara lebih objektif.
Tanpa data, kita hanya berbicara tentang kesuksesan secara kasat mata, tetapi tidak ada angka pasti yang menunjukkan pencapaian nyata,” ujar Rajo Ameh saat ditemui di lokasi acara.
Evaluasi dan Tertib Administrasi
Rajo Ameh juga menekankan pentingnya tertib administrasi dalam setiap penyelenggaraan acara, terutama acara yang menyangkut pendataan transaksi dan evaluasi kinerja.
Menurutnya, meskipun antusiasme masyarakat terhadap produk UMKM terbilang sangat tinggi, namun para pelaksana acara seharusnya juga menghitung dan mencatat dengan baik setiap transaksi yang terjadi agar dapat mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan oleh acara tersebut.
“Harus ada laporan yang jelas dan transparan mengenai berapa banyak transaksi yang terjadi, serta total nilai transaksi yang tercatat. Hal ini tidak hanya penting untuk evaluasi kegiatan, tetapi juga sebagai acuan untuk mengembangkan *bazar UMKM* di masa depan,” jelas Rajo Ameh.
Pengembangan dan Proyeksi ke Depan
Kendati demikian, penutupan bazar ini tetap disertai dengan pemberian penghargaan kepada tiga pemenang lomba UMKM Terbaik:
- Juara 1: Dhivo Pahlevi (Es Kopi Susu)
- Juara 2: Triana (Batik Kater)
- Juara 3: Darmawan (One Cafe)
Namun, Rajo Ameh berharap bahwa ke depannya, penyelenggara bazar dapat lebih terorganisir dalam hal administrasi.
Data transaksi yang akurat tidak hanya berfungsi untuk mengevaluasi kegiatan, tetapi juga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pihak pemerintah dan stakeholder lainnya dalam menyusun program pengembangan UMKM di masa mendatang.
Bupati Kamarudin Muten pun mengingatkan bahwa selain semangat kebersamaan yang tercipta melalui acara ini, kualitas produk lokal dan adaptasi terhadap teknologi digital juga harus terus diperkuat agar UMKM Beltim bisa bersaing lebih baik lagi di pasar yang lebih luas.
“Momen ini harus menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk.
Tapi tentunya, kita juga butuh data yang lebih akurat untuk mengukur sejauh mana perkembangan ekonomi kita dari kegiatan seperti ini,” ungkap Bupati Kamarudin.
Harapan untuk Kegiatan Berikutnya
Dengan pengalaman yang telah diperoleh dari Bazar UMKM 2025, diharapkan penyelenggaraan acara serupa di masa mendatang akan lebih matang, terutama dalam hal pengelolaan data transaksi dan administrasi.
Mengingat UMKM merupakan penopang utama perekonomian lokal, segala upaya untuk memajukan sektor ini harus disertai dengan pendataan yang sistematis dan akurat.
Hanya dengan demikian, kita bisa lebih optimal dalam mengembangkan potensi lokal dan membantu UMKM untuk naik kelas.
Ke depan, semoga para penyelenggara, baik itu dari pemerintah daerah maupun panitia, lebih memperhatikan aspek administrasi yang lebih terorganisir agar setiap program dan kegiatan yang melibatkan UMKM benar-benar menghasilkan dampak yang terukur dan bermanfaat bagi masyarakat dan ekonomi daerah. | KdmChannel.Com | */Redaksi | *** |


1 Comment
oke