KdmChannel.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Pendidikan demokrasi sejak usia dini memegang peranan penting dalam membentuk karakter generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat.
Salah satu cara terbaik untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi adalah melalui pemilihan ketua OSIS yang diselenggarakan di berbagai sekolah, termasuk yang baru saja dilaksanakan oleh SMP Negeri 2 Gantung.
Proses pemilihan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata dari implementasi pendidikan demokrasi yang melibatkan seluruh civitas sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua.
Pada tanggal 12 hingga 18 Desember 2025 lalu, SMP Negeri 2 Gantung menggelar rangkaian kegiatan Pergantian Kepengurusan OSIS Tahun Pelajaran 2025/2026. Dalam proses tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam memilih calon ketua OSIS yang akan memimpin mereka sepanjang tahun ajaran.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan mereka tentang mekanisme demokrasi, tetapi juga melatih mereka untuk bertanggung jawab, berkolaborasi, dan memiliki empati terhadap sesama.
Pentingnya Pemahaman Demokrasi Sejak Dini
Pemilihan ketua OSIS di SMP Negeri 2 Gantung bukan sekadar pemilihan pemimpin siswa, melainkan sebuah pengalaman langsung tentang bagaimana sistem demokrasi bekerja.
Sejak awal, para siswa diberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar demokrasi, seperti hak suara, persamaan hak, kebebasan memilih, serta tanggung jawab dalam menentukan pilihan yang tepat untuk masa depan bersama.
Proses ini mengajarkan mereka bahwa setiap suara mereka adalah bagian dari keputusan besar yang akan mempengaruhi kehidupan bersama.
Deisy A., S.Pd, Kepala SMP Negeri 2 Gantung, dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus OSIS periode 2025/2026, menekankan pentingnya pendidikan demokrasi ini.
Menurut Deisy, melalui pemilihan ketua OSIS, siswa tidak hanya belajar untuk memilih, tetapi juga mengerti nilai-nilai tanggung jawab dan partisipasi aktif dalam kehidupan organisasi.
“Melalui kegiatan ini, para siswa akan memahami bagaimana pentingnya suara mereka dalam menentukan arah organisasi. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam membentuk pemimpin masa depan,” ujar Deisy dengan penuh keyakinan.
Proses Pemilihan: Langkah Demi Langkah Menuju Demokrasi yang Matang
Proses pemilihan ketua OSIS di SMP Negeri 2 Gantung dilaksanakan dengan penuh transparansi dan melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa.
Tahapan pemilihan dimulai dengan seleksi calon ketua OSIS, di mana setiap calon harus menyampaikan visi dan misi mereka serta menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang dimiliki.
Dalam proses ini, siswa dilatih untuk berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan, dan menunjukkan kemampuan mereka dalam memimpin.
Setelah proses seleksi, pemilihan calon ketua OSIS dilakukan melalui voting atau pemungutan suara oleh seluruh siswa. Setiap siswa diberi kesempatan yang sama untuk memilih calon yang mereka anggap paling sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka dalam memimpin OSIS.
Dengan sistem ini, siswa diajarkan untuk menghargai hak pilih mereka, serta belajar mengenai pentingnya memilih dengan cermat dan bijak.
Setelah pemilihan selesai, proses dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari pengurus OSIS periode sebelumnya kepada pengurus OSIS yang baru terpilih.
Kegiatan ini menandakan bahwa kepemimpinan yang baru siap untuk mengambil alih tanggung jawab, serta mengembangkan dan melaksanakan program kerja yang telah dirancang sebelumnya.
Pembekalan Kepemimpinan dan Kolaborasi
Salah satu aspek penting dalam proses pemilihan ketua OSIS ini adalah pembekalan kepemimpinan yang diberikan kepada pengurus OSIS yang baru terpilih.
Deisy A., S.Pd, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama antar anggota OSIS untuk menjalankan setiap program kerja.
Pembekalan ini tidak hanya meliputi hal-hal teknis mengenai pengelolaan organisasi, tetapi juga penanaman nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan.
“Menjadi ketua OSIS bukan hanya sekadar menjadi pemimpin di depan, tetapi juga menjadi contoh bagi teman-teman sekelas. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu bekerja sama, mengayomi, dan membawa perubahan positif untuk sekolah ini,” tambah Deisy.
Proses ini tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis seperti manajemen organisasi dan komunikasi, tetapi juga mengasah kemampuan empati dan kepedulian sosial di kalangan siswa.
Para calon ketua OSIS yang berkompetisi diharapkan memiliki visi yang dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh siswa, dari segi sosial, akademik, hingga kegiatan ekstrakurikuler.
Dengan demikian, para siswa tidak hanya belajar tentang cara memimpin, tetapi juga bagaimana menjadi pemimpin yang peduli dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Menghargai Perbedaan dan Membina Kerja Sama
Salah satu nilai penting yang diajarkan melalui pemilihan ketua OSIS ini adalah menghargai perbedaan. Dalam setiap proses pemilihan, selalu ada lebih dari satu calon yang bersaing untuk memimpin.
Namun, yang lebih penting daripada hasil akhir pemilihan adalah bagaimana para siswa belajar untuk menghormati pilihan orang lain dan mendukung pemimpin terpilih dengan semangat kebersamaan.
Proses ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa persatuan di kalangan siswa, meskipun mereka memiliki pilihan yang berbeda.
Setelah terpilih, pengurus OSIS yang baru juga diwajibkan untuk berkolaborasi dengan pengurus OSIS yang lama dalam menyusun rencana kerja dan mengimplementasikan berbagai program yang telah direncanakan sebelumnya.
Hal ini mengajarkan siswa bahwa kerja sama dan kolaborasi adalah kunci untuk meraih tujuan bersama, meskipun ada perbedaan dalam pandangan dan ide.
Demokrasi sebagai Sarana Pembelajaran Seumur Hidup
Pemilihan ketua OSIS di SMP Negeri 2 Gantung lebih dari sekadar ajang pemilihan seorang pemimpin.
Ini adalah proses pendidikan demokrasi yang memungkinkan siswa belajar tentang pentingnya partisipasi aktif, tanggung jawab, dan keputusan kolektif dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan demokrasi yang diterima oleh para siswa sejak dini akan membekali mereka dengan keterampilan yang sangat dibutuhkan untuk menjadi warga negara yang baik dan pemimpin yang bertanggung jawab di masa depan.
Seperti yang disampaikan oleh Deisy A., S.Pd, proses ini tidak hanya berlaku di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan politik yang lebih luas.
“Melalui pemilihan ini, kami ingin para siswa memahami bahwa demokrasi itu tidak hanya tentang memilih, tetapi juga tentang menghargai hak dan suara orang lain, serta bekerja sama untuk kebaikan bersama,” ujarnya.
Arah Masa Depan yang Lebih Baik
Dengan berakhirnya pemilihan ketua OSIS dan pergantian kepengurusan, SMP Negeri 2 Gantung berharap bahwa para siswa yang terlibat akan menjadi pemimpin yang berbudi pekerti, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
Kegiatan ini, meskipun sederhana, merupakan langkah besar dalam pembelajaran demokrasi yang terus berlanjut sepanjang hidup mereka.
Selamat kepada kepengurusan OSIS 2025/2026 yang baru dilantik! Semoga kalian dapat melanjutkan karya-karya besar yang telah ditorehkan oleh pengurus sebelumnya dan terus memperjuangkan kemajuan bersama, demi terciptanya lingkungan sekolah yang lebih baik, inklusif, dan penuh kolaborasi. | KdmChannel.Com | */Redaksi | *** |


1 Comment
oke