KdmChannel.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah dan bendahara pelaksana Program SMA Terbuka (Smater) di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung.
Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi program Smater sebagai langkah strategis untuk meningkatkan angka partisipasi dan akses pendidikan di provinsi tersebut.
Dalam arahannya, Purwanto menekankan pentingnya program Smater yang dirancang untuk memberikan peluang pendidikan bagi siswa yang mungkin tidak dapat mengakses pendidikan formal di sekolah menengah biasa.
“Program ini niatnya bagus dan secara pelaksanaan juga harus diterjemahkan dengan bagus. Proses penyelenggaraan harus akuntabel, dan hari ini kita lakukan evaluasi bersama,” ujar Purwanto dengan tegas.
Evaluasi Program Smater: Fokus pada Akuntabilitas dan Relevansi
Salah satu fokus utama dalam evaluasi ini adalah memastikan data terkait Smater yang masih aktif, serta memastikan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan di setiap unit Smater sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.
“Pedomannya bisa dievaluasi lagi apakah masih relevan atau perlu ada yang diubah. Nanti harus dikonsultasikan juga dengan berbagai pihak,” tambah Purwanto.
Lebih lanjut, Purwanto juga mengingatkan para kepala sekolah dan bendahara untuk memperhatikan aspek akuntabilitas dalam pengelolaan program, baik dari segi administrasi maupun pelaksanaan pembelajaran.
Hal ini penting agar program Smater tetap berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa yang terlibat.
Data Terbaru Smater: 189 Unit Aktif di Tahun Ajaran 2025/2026
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Disdik Jabar, Iis Rostiasih, memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan program Smater.
Ia menjelaskan bahwa hingga tahun ajaran 2025/2026, terdapat 189 unit Smater yang aktif memberikan pelayanan pembelajaran kepada siswa.
“Dari total 210 Smater yang terdaftar, ada 21 yang tidak memiliki siswa tahun ini karena sudah terakomodasi dalam program PAPS (Pendidikan Anak Putus Sekolah),” ungkap Iis.
Iis juga menjelaskan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat kembali esensi dari program Smater, serta memberikan informasi terkait pengelolaan dan implementasi kebijakan pendidikan nasional yang relevan.
Selain itu, pembinaan ini juga mencakup perencanaan dana bantuan keuangan untuk Smater agar program tersebut dapat berjalan dengan optimal.
Peran Program Smater dalam Akses Pendidikan di Jawa Barat
Program SMA Terbuka (Smater) memiliki peran vital dalam menjawab tantangan terbatasnya akses pendidikan bagi sebagian siswa di Jawa Barat. Terutama bagi mereka yang terhambat oleh keterbatasan geografis, ekonomi, atau kondisi sosial lainnya.
Dengan menawarkan jalur pendidikan yang fleksibel dan terjangkau, Smater berfungsi sebagai solusi alternatif bagi siswa yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi terkendala oleh berbagai faktor.
Dalam konteks ini, evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat bertujuan untuk memastikan bahwa program ini tetap relevan dan dapat berjalan secara efisien, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa di masa depan.
Dengan mempertahankan akuntabilitas dan relevansi program, diharapkan Smater dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program Smater tentu tidak sedikit. Mulai dari memastikan kualitas pembelajaran yang setara dengan SMA reguler, hingga menjaga keberlanjutan program dengan pengelolaan keuangan yang transparan dan tepat sasaran.
Oleh karena itu, kedepannya diperlukan kerjasama yang lebih erat antara Disdik Jabar, pihak sekolah, serta pemerintah daerah agar program ini dapat terus berjalan dengan lancar.
Dalam pertemuan tersebut, Purwanto mengingatkan seluruh pihak yang terlibat untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam rangka perbaikan program yang berkelanjutan.
“Kita harus terus berinovasi untuk menciptakan program pendidikan yang inklusif dan berkualitas, yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat,” tutupnya.
Dengan langkah-langkah evaluasi dan pembinaan yang terstruktur, diharapkan Program SMA Terbuka (Smater) dapat terus berkontribusi dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Barat, sekaligus menjadi model bagi daerah lain dalam pengelolaan pendidikan alternatif. | KdmChannel.Com | */Redaksi | *** |


1 Comment
oke